Peran Penting
Teknologi Informasi Dalam Dunia Perbankan
Sebelum
membahas tentang peran penting teknologi informasi dalam dunia perbankan terlebih
dahulu kita memahami apa sebenarnya teknologi informasi itu sendiri. Pengertian
teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi :
1.
Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer,
untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk
kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)
2.
Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan
informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan
informasi (Haag & Keen, 1996)
3.
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software
& hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi,
melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi
(Martin, 1999)
4.
Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk
memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000)
5.
Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer)
dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video
(William & Sawyer, 2003)
Secara
keseluruhan IT tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup
teknologi komunikasi.Dengan kata lain, yang disebut Teknologi Informasi adalah
gabungan antara Teknologi Komputer dan Teknologi Telekomunikasi Teknologi
Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk
memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai
cara untuk menghasilkan suatu keluaran (Output) informasi yang berkualitas,
yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk
keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan.
Peran
Teknologi Informasi Dalam Dunia Perbankan
Peran
teknologi informasi bagi dunia perbankan sangatlah penting dan tidak akan
pernah dapat dipisahkan. Karena hampir dari setiap aspek perbankan mengandalkan
teknologi informasi. Teknologi informasi ini mencakup sebuah perangkat keras
(hardware) dan perangkat lunak (software) yang dapat berwujud sebuah komputer
atau perangkat lainnya yang digunakan dalam operasional kegiatan perbankan.
Sedangkan pegawai bank yang akan mengoperasionalkan komputer serta
perangkat-perangkat tersebut agar berjalan sesuai dengan keinginan.
Kita
dapat ambil contoh sederahana salah satu dari pemanfaatan teknologi informasi
yakni mesin hitung uang yang digunakan Teller. Teknologi informasi mengenal
adanya input, proses, dan output. Di dalam mesin hitung uang sebagai inputannya
adalah sejumlah uang yang dimasukan kemudian diproses dengan melakukan
penghitungan oleh mesin sedangkan outputnya adalah sebuah angka dimana
merupakan jumlah dari lembar uang yang dimasukan. Dapat dibayangkan apabila
tidak terdapat sebuah mesin hitung uang di dalam suatu bank.
Akan
tetapi kendala yang dialami oleh dunia perbankan dengan penerapan teknologi
informasi ini adalah sangat kompleks serta mahalnya teknologi informasi, karena
sebagian besar teknologi ini masih disuplay oleh vendor-vendor luar negeri.
Untuk sekarang ini mulai banyak vendor – vendor pribumi yang berani bersaing
dalam teknologi informasi ini. Hal ini manjadi tuntutan bagi perbankan karena
mau tidak mau suatu korporasi yang mempunyai ruang lingkup kerja yang luas
ditambah dengan operasional-operasional yang sangat banyak harus ditunjang
dengan suatu teknologi untuk memudahkan, mengefisienkan dan mengefektifkan
kinerja tersebut. Apalagi dalam dunia perbankan dibutuhkan suatu informasi yang
up to date bagi pihak manajemen menengah ke atas untuk memprediksikan langkah
bisnis yang akan diambil sehingga berbagai kendala yang mungkin muncul dapat
teratasi. Operasional yang real time antar bank juga telah menjadi tuntutan
bagi dunia perbankan, karena hal ini menjadi salah satu materi bagi pelayanan
yang berkompetisi dalam memasarkan produk perbankan. Pengiriman uang transfer
antar bank, outlet-outlet otomasi (ATM), hal ini menjadi patokan penilaian bagi
para nasabah umumnya dalam melakukan transaksi dalam segi pelayanan. Jadi
memang mau tidak mau bisnis perbankan harus ditunjang keefisienan operasional
jika ingin bersaing di dalam dunianya, dan hal ini harus ditunjang dengan suatu
sistem yang terintegrasi yang termuat dalam suatu teknologi informasi.
Penerapan suatu teknologi informasi menuntut diantaranya sumber daya manusia
yang memadai. Jika sumber daya manusia yang ada tidak menguasai teknologi
tersebut hal ini menjadi suatu pemborosan semata, karena mahalnya teknologi
yang telah dibeli jika tidak terpakai merupakan suatu hal yang sia-sia.
Oleh
karena itu sebelum teknologi tersebut diterapkan, sudah seharusnyalah kita
instropeksi terhadap kemampuan korporasi, apakah cocok teknologi tersebut
diterapkan, apakah sumber daya manusianya memadai, dan apakah teknologi
tersebut mempunyai features yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Karena penerapan suatu sistem teknologi informasi merupakan salah satu
aktivitas investasi jangka panjang bagi korporasi. Hal ini sudah sepatutnya
menjadi hal yang diperhitungkan dalam dunia perbankan, sebagai lembaga
intermediasi bagi masyarakat, sudah seharusnya perbankan menjadi “pelayan” yang
setia dengan selalu merealisasikan bentuk-bentuk pelayanan dengan menggunakan
teknologi informasi.
Sumber:
2012.”Pengertian Teknologi
Informasi”.(Online). Tersedia: http://computers-inc.blogspot.com/2012/03/pengertian-teknologi-informasi.html
[4 Juni 2012]
Melisa.2009.“Aplikasi Teknologi
Informasi Dlm Sistem Manajemen Perbankan Online Sekarang Dan di Masa Yang AKan
Datang”.(Online). Tersedia: http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2009/04/16/aplikasi-teknologi-informasi-dalam-sistem-manajemen-perbankan-online-sekarang-dan-masa-yang-akan-datang/
[4 Juni 2012]
(Dengan
penambahan seperlunya)

No comments:
Post a Comment